Aug 21, 2013 - Cara Merawat Bayi    No Comments

Diare Pada Bayi

Mengatasi Diare Pada Bayi

Diare pada bayi memang mengkhawatirkan , tapi bunda jangan panik . Mari kenali lebih dalam maslah diare pada bayi agar bunda bisa lebih tenang dan tahu apa yang harus dilakukan. Yuk, kita simak lebih lanjut !

diare pada bayi Diare Pada Bayi

Apa itu diare pada bayi ?

Diare adalah kondisi dimana terjadi peningkatan frekuensi BAB (buang air besar) dimana bab mempunyai kandungan air yang lebih dari keadaan normal.

Pada bayi berumur kurang dari 6 bulan agak susah mendeteksi  apakah bayi mengalami diare atau tidak karena frekuensi dan kadar air pup nya memang masih tinggi. Dalam kondisi normal, pup bayi usia kurang dari 6 bulan adalah 6-10 kali sehari.

Lalu bagaimana Bunda mengetahui si kecil sedang diare ?

Ada beberapa gejala yang bisa bunda kenali untuk mendeteksi terjadinya diare pada si kecil. Berikut beberapa cirri diare pada bayi yang bisa menjadi indikasi bayi sedang mencret :

  1. Jika frekuansi  pup bayi bunda lebih dari biasanya , waspada karena itu bisa bertanda bayi sedang diare
  2. Bila si kecil pup lebih dari 1 kali setiap kali minum susu, itu juga bisa bertanda diare
  3. Pup nya lebih berair dari biasanya
  4. Si kecil mengalami pilek dan hidung tersumbat
  5. Nafsu makan berkurang

Nah, jika bayi bunda mengalami tanda-tanda diatas, ada kemungkinan dia sedang mengalami diare.  Jadi harap segera melakukan tindakan pertolongan pertama. Berikut beberapa hal yang bisa memicu diare pada bayi :

  1. Bayi atau ibu yang sedang menyusui mengkonsumsi antibiotic  untuk penyakit tertentu;
  2. Ada perubahan komposisi makanan pada diet yang dikonsumsi ibu atau bayi;
  3. Adanya infeksi virus atau bakteri dari air atau makanan yang terkontaminasi;
  4. Faktor alergi makanan tertentu;
  5. Keracunan makanan.

Setelah bunda mengetahui penyebab diare pada bayi tersebut, sebisa mungkin bunda harus menghindari factor pemicunya karena diare bisa mengakibatkan bayi bunda dehidrasi atau kekurangan cairan. Ini sangat berbahaya bahkan bisa mengakibatkan kematian. Segera kenali jika bayi bunda sudah mengalami dehidrasi akibat diare, berikut tanda-tandanya :

  1. Buang air kecil sangat sedikit atau bahkan selama 6 jam terakhir belum buang air kecil sama sekali
  2. Bayi menangis tanpa disetai air mata
  3. Ubun-ubun bayi dan kelopak mata terlihat cekung
  4. Bibir menjadi kering dan pecah-pecah
  5. Bayi bunda menjadi lebih rewel dari biasanya
  6. Bayi malas menetek pada bundanya
  7. Kondisi bayi terlihat lemah

Jika terjadi hal-hal tersebut diata , sebaiknya bunda segera membawa si kecil ke dokter, karena kalau dibiarkan akan sangat berbahaya. Selain kondisi diatas, bunda juga harus lebih waspada ketika diare pada bayi disertai hal-hal sebagi berikut :

  1. Demam
  2. Nyeri perut yang hebat
  3. Kotoran bercampur sedikit darah atau banyak
  4. Bayi muntah

Pertolongan pertama untuk diare pada bayi adalah dengan mencegah terjadinya dehidrasi. Hal ini dilakukan dengan memberikan asupan cairan yang mengandung elektrolit pada bayi. Jika tidak tersedia oralit  bisa diganti dengan air yang dicampur sedikit gula dan garam. Cairan elektrolit juga bisa digantikan dengan ASI. Berikan lebih banyak pada bayi yang mengalami diare.

Oke bunda, semoga artikel diare pada bayi ini bermanfaat. Mohon bantuannya untuk share artikel ini ya biar bisa bermanfaat untuk bunda lainnya juga. Artikel diare pada bayi ini sumbernya saya ambil dari ebook Panduan Merawat Bayi 1 tahun karangan dr.Eiyta , saya merekomendasikan bunda untuk memilikinya karena isinya sangat bagus dan bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil yang optimal.  Untuk melihat ebooknya, silahkan klik disini.

 

Baca juga artikel terkait lainnya :

Tumbuh Kembang BayiNama Bayi Perempuan IslamiInisiasi  Menyusui Dini

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!